By Our Self

Payung ini terinspirasi dari pakaian yang dikenakan pada saat tari topeng. Hiasan kepala yang berwarna cerah kami tuangkan ide tersebut ke dalam payung ini. Warna biru yang menandakan kedamaian atau bisa jadi kesedihan dan warna kuning yang menandakan keceriaan membuat filosofi payung ini semakin dalam. Seperti layaknya hidup, tidak semua kebahagiaan itu sempurna, ada kesedihan atau kedamaian yang kita harus perjuangkan untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Bunga di bagian pinggir payung menandakan bahwa di setiap perjuangan akan selalu ada bunga yang menunggu untuk mekar.

Motif pada payung ini adalah versi sederhana dari motif khas betawi. Bunga di tengah payung dan bentuk segitiga di pinggir payung yang menjadi ciri khas dari suku betawi.

Ciri khas kain batik Betawi yaitu kain sarung dengan motif khas Tumpal yang ditonjolkan, yaitu pola geometris segitiga sebagai garis yang memagari kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus berada di bagian depan. Motif burung hong juga masuk dalam ciri khas batik betawi sebagai simbol kebahagiaan. Motif batik Betawi lebih terfokus pada seni budaya Betawi yang dipengaruhi oleh budaya Arab, India, Belanda, dan Cina. Batik Betawi sendiri sering digunakan untuk acara-acara Betawi, seperti pernikahan, pentas seni khas Betawi, dan lain-lain. Batik khas betawi ini lebih menonjolkan warna cerah dan motif batik dari betawi lebih menceritakan tentang nilai budaya masyarakat betawi itu sendiri. Hal tersebutlah yang kami tonjolkan pada payung ini.

Motif pada payung ini merupakan kumpulan dari ciri khas utama suku betawi. Bajaj yang dikenal oleh masyarakat sebagai kendaraan khas Jakarta. Beberapa jenis makanan khas Betawi seperti pastel, bir pletok, sate betawi, dan kerak telor. Yang terakhir adalah jangan lupakan ikon khas Jakarta yaitu Ondel-Ondel dan Monas.